NSA dan Sisi Gelap Internet
Penulis: Alfons Tanujaya - detikinet
Jakarta - Berapa waktu yang dibutuhkan oleh
komputer dengan prosesor 2,2 GHz AMD Opteron dengan RAM 2 GB menggunakan
metode NFS (Number field Sieve) -- yang lebih efektif dari Bruteforce
-- untuk memecahkan enkripsi sertifikat RSA 2048 bit yang akan
diimplementasikan Google pada akhir 2013 dan Yahoo Q1 2014 untuk
melindungi data pada layanan mereka?
Butuh waktu 1 tahun, 10
tahun? Jawabannya mungkin akan mencengangkan Anda. Waktu yang dibutuhkan
oleh komputer tersebut untuk memecahkan enkripsi RSA 1024 bit yang
sekarang digunakan Google adalah 1,5 juta tahun.
Sementara untuk
memecahkan enkripsi 2048 bit dibutuhkan waktu 4,3 miliar kali lebih
lama daripada waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan enkripsi 1024 bit.
Jadi
secara teknis agak mustahil bagi siapapun (termasuk NSA) untuk
mendekripsi data email, search dan lainnya yang dikirimkan antara
pengguna layanan Google yang dilindungi dengan enkripsi 1024 bit.
Proses enkripsi di internet (kredit http://www.cohn-family.com/encryption.htm)
Namun
nyatanya, National Security Agency (NSA) atau badan keamanan Amerika
Serikat berhasil mendapatkan data dari pengguna Google. Kalau Yahoo
mungkin tidak heran karena mereka tidak melakukan enkripsi dan data
pengguna Yahoo yang berseliweran saat ini. Ibaratnya tidak pakai baju
dan bisa didapatkan lebih mudah dibandingkan data Google.
Namun
bagaimana dengan Google yang melakukan enkripsi 1024 bit, apakah NSA
memiliki komputer super yang bisa melakukan proses sedemikian cepat dan
menyelesaikan perhitungan yang harusnya dilakukan 1,5 juta tahun?
Jawabannya bukan, ibarat strategi perang. Meskipun memiliki dana dan
sumberdaya hampir tidak terbatas, NSA juga tidak bodoh menggunakan
sumberdayanya.
Data yang didapatkan dari Google ternyata disadap
dari kabel optik antar data center Google yang tidak dienkripsi. Karena
itu, Google juga mulai melakukan enkripsi termasuk pada data yang
ditransmisikan antar data centernya.
Jadi secara teknis
sebenarnya enkripsi 1024 sampai saat ini masih aman dan hacker bisa
memecahkan perlindungan enkripsi dengan mencari kelemahan dalam
implementasinya, atau dengan mencari celah keamanan pada otoritas
sertifikas keamanan untuk dieksploitasi.
Kalau Google sudah
melakukan enkripsi sejak tahun 2010 untuk Gmail sejak diserang oleh
hacker China, lain halnya dengan Yahoo yang sampai saat ini masih belum
melakukan enkripsi atas Yahoomail.
Namun kabar baiknya, Yahoo
akan mulai mengimplementasikan eknripsi pada layanannya termasuk
Yahoomail pada kuartal pertama 2014.
Apakah hal ini akan
berpengaruh pada turunnya spam yang selama ini sering dikirimkan dari
akun Yahoomail yang dibajak? Kita tunggu saja. Selain melakukan enkripsi
untuk Gmail, Google juga mengimplementasikan enkripsi pada aktivitas
search guna melindungi privasi penggunanya.
Sepak Terjang NSA
Aktivitas mata-mata sebenarnya bukan dilakukan oleh NSA saja, pada era
internet ini pemerintahan mana yang tidak tergiur untuk mendapatkan
akses atas data internet yang dilakukan baik oleh warga negaranya maupun
negara lain.
Lihat contoh kasus India dan beberapa negara teluk
yang pernah memaksa BlackBerry (dulu bernama Research In Motion/RIM)
untuk membuka kode enkripsi komunikasi pengguna BlackBerry Messenger
(BBM) dengan ancaman memblokir Blackberry di negara tersebut.
Salah
satu hal yang mungkin luput dari pengamatan kita adalah gagalnya
transaksi pembelian BlackBerry yang diminati oleh Lenovo dimana salah
satu sebabnya adalah kekhawatiran pemerintah Kanada atas penguasaan
pihak asing atas jaringan Blackberry yang juga memberikan layanan
komunikasi data yang digunakan oleh pemerintah Kanada dimana hal ini
mengancam keamanan nasional.
Secara tidak langsung, para pengguna
internet dunia dan negara-negara yang dimata-matai oleh NSA harusnya
berterimakasih kepada Edward Snowden yang memberikan informasi ini.
Bagi
negaranya, Edward Snowden dicap sebagai pengkhianat karena membocorkan
rahasia negara. Tetapi sebaliknya, bagi warga dunia, Edward Snowden
membuka mata bahwa sebenarnya jaringan internet yang digunakan dan
mayoritas data mengalir melalui penyedia layanan internet di Amerika
kemungkinan besar dipantau oleh NSA.
Mungkin ada sedikit negara
yang mencoba melepaskan diri dari ketergantungan kepada infrastruktur di
Amerika seperti China. Negeri Tirai Bambu memiliki banyak layanan
alternatif lokal dengan pengguna yang tidak kalah banyak dari penguasa
internet seperti Facebook, Twitter, Yahoo dan Google.
Layanan
'made in China' yang sangat populer dan berhasil menguasai pasar lokal
antara lain Qzone, Tencent Weibo yang merupakan pengganti blogspot, Sina
Weibo, Pengyou, RenRen yang merupakan pengganti Twitter dan Facebook di
China. Namun tidak dapat disangkal bahwa ketergantungan infrastruktur
layanan internet dunia mayoritas masih dikuasai oleh Amerika Serikat
Siapa yang Diincar NSA?
Bagi masyarakat awam
sebenarnya tidak ada hal yang terlalu mengkhawatirkan karena NSA
tentunya tidak tertarik untuk memata-matai semua orang dan hanya
tertarik pada orang penting atau organisasi yang memiliki informasi yang
diminatinya.
Contohnya adalah departemen pertahanan, kontraktor
pertahanan, kepala negara dan badan pembuat kebijakan penting dan
kriminal seperti teroris atau bandar narkoba kelas dunia.
Namun
ada satu sepak terjang NSA yang sangat memprihatinkan dan mendapatkan
kritikan dari banyak pengamat sekuriti dimana dalam aksinya mengakses
data yang beredar di internet yang notabene dienkripsi dengan baik, NSA
melakukan aksi melemahkan enkripsi yang sebenarnya sudah kuat.
Jika
NSA cukup sportif dan menggunakan kemampuannya mendekripsi data yang di
dapatnya dengan kemampuan dan sumber dayanya, hal ini masih cukup fair.
Tetapi karena enkripsi pengamanan internet sudah sangat baik,
NSA mencari jalan lain dengan menggunakan pengaruhnya untuk menekan
penyedia enkripsi komersial melemahkan enkripsi mereka.
Salah
satu caranya adalah dengan diam-diam meminta penyedia jasa enkripsi
komersial memasukkan celah keamanan pada enkripsi. Tujuannya jika
mendapatkan data yang dienkripsi menggunakan penyedia layanan enkripsi
tersebut NSA dapat melakukan dekripsi memanfaatkan celah keamanan yang
sengaja ditanamnya
Hal ini bertentangan dengan prinsip pengembang aplikasi yang jika
menemukan celah keamanan yang rentan diserang dan dimanfaatkan oleh
kriminal akan langsung menutup celah keamanan tersebut dengan update
atau patch.
Dalam kasus ini NSA malah sengaja menciptakan celah
keamanan ini untuk mendapatkan akses terhadap data yang dienkripsi
secara ilegal. Bayangkan jika ada kriminal yang mendapatkan informasi
atas celah keamanan yang sengaja diciptakan ini, kerugian yang bisa
ditimbulkan akan luar biasa.
Sebenarnya bukan hanya NSA yang
ternyata memata-matai pengguna internet, GCHQ Government Communications
Headquarters alias NSA-nya Inggris juga ditengarai bekerja secara
diam-diam memata-matai kegiatan para warga internet.
Bahkan
ditengarai GCHQ sedang mengembangkan cara untuk mendekripsi trafik 4
penyedia layanan internet terbesar dunia, Hotmail, Google, Yahoo dan
Facebook.
Sebenarnya sudah merupakan rahasia umum bahwa aktivitas
mata-mata dilakukan oleh setiap negara di dunia seperti yang dilakukan
oleh NSA dan GCHQ.
Namun dalam kasus memata-matai pengguna
internet dunia, NSA memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa
dibandingkan negara manapun di dunia. Alasannya adalah karena mayoritas
trafik internet dunia dan penyedia layanan internet terbesar di dunia
terpusat di Amerika Serikat.
Salah satu hasil dari kerja keras
NSA yang mendapatkan dana USD 250 juta per tahun ini adalah ditengarai
mereka berhasil menyusupkan celah keamanan ke dalam standar enkripsi
internet seperti https, SSL (Secure Socket Layer) dan VOIP (Voice Over
IP) yang digunakan secara luas dalam pengamanan situs internet dan
pengamanan transaksi keuangan dan online shopping
Alhasil, secara teknis NSA dapat mengetahui semua aktivitas yang Anda
lakukan melalui 3 metode enkripsi internet yang paling banyak digunakan
untuk melindungi para pengguna internet saat ini.
NSA memiliki
kekuatan utama akses dan kemampuan menyadap, selain itu NSA memiliki
banyak sekali program yang mengumpulkan dan menganalisa data trafik
internet secara otomatis.
Kegiatan untuk menyerang satu target
individu pada umumnya dihindari karena berisiko dan membutuhkan biaya
tinggi dan hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan.
Dalam
melakukan aksinya, NSA juga cerdik mengincar kelemahan target
serangannya, NSA lebih memfokuskan pada serangan pada perangkat jaringan
secara langsung, seperti router, switch dan firewal.
Alasan
menyerang peralatan ini adalah karena pada perangkat-perangkat ini sudah
terpasang fasilitas untuk memata-matai pemiliknya, banyak memiliki
celah keamanan dan jarang diupdate dibandingkan sistem operasi atau
piranti lunak di komputer, tidak memiliki piranti lunak sekuriti untuk
melindunginya dan pada umumnya diabaikan sebagai sumber celah keamanan.
Jika
sangat diperlukan, NSA juga memiliki kemampuan menyusupi komputer yang
dilakukan melalui TAO Tailored Access Operations. TAO memiliki koleksi
eksploit yang akan mampu mengalahkan pengamanan komputer Anda, apakah
Anda menggunakan Windows, Mac OS, Linux, iOS atau lainnya.
Program
antivirus Anda tidak akan mampu mendeteksi hal ini dan anda akan sulit
menemukan hal ini, sekalipun anda cukup berpengalaman. Tools ini
didesain khusus oleh badan yang memiliki budget tidak terbatas.
Dalam menghadapi data yang dienkripsi, NSA lebih mengandalkan teknik
menghancurkan enkripsi memanfaatkan kelemahan kriptografi dan bukan
menggunakan terobosan atau teknologi baru untuk mengalahkan enkripsi.
Alasannya
tentu karena teknik ini jauh lebih mudah karena banyak sekali
kriptografi yang mengandung kelemahan. Sebagai contoh, jika mereka
menemukan koneksi internet yang dilindungi oleh MS-CHAP, mereka akan
menembusnya dengan cara mencari user password yang lemah dengan teknik
sederhana, dictionary attack.
Guna menyempurnakan hal ini, NSA
memanfaatkan posisinya untuk memaksa penyedia produk enkripsi komersial
membocorkan rahasianya kepada NSA. Logikanya memang penyedia solusi
enkripsi inilah yang paling mengetahui kelemahan produknya sendiri.
Dua
kasus yang pernah terjadi adalah Crypto AG dan Lotus Notes membuktikan
hal ini. Dan ada kecurigaan hal ini juga terjadi pada Windows. Pada
dasarnya NSA akan meminta perusahaan untuk memperlemah pengamanan guna
membuka jalan masuk bagi NSA memata-matai konsumen pengguna aplikasi
ini.
Lantas, Harus Bagaimana?
Kalau Anda
bertanya, apakah yang dapat dilakukan oleh pengguna internet agar
terhindar dari aktivitas mata-mata ini. Jujur saja, jawabannya tidak ada
yang dapat dilakukan untuk menjamin 100% aman dari aktivitas mata-mata.
Beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan adalah 'mempersulit'
aktivitas mata-mata terhadap kita dan membuat hal ini tidak layak secara
ekonomis (kecuali Anda memang memiliki data yang sangat diminati badan
intelijen).
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah perhatikan perangkat keras
jaringan anda seperti router atau switch yang sering luput dari
perlindungan sekuriti. Beberapa saran dari Bruce Scheneider adalah;
Sembunyikan diri anda, gunakan TOR untuk menganonimasi diri Anda di
internet.
Gunakan enkripsi pada komunikasi anda seperti TLS,
Ipsec. Jangan mudah percaya dengan penyedia layanan enkripsi komersial,
semakin besar penyedia layanan enkripsi ini semakin besar kemungkinannya
berada di bawah tekanan NSA.
*) Penulis, Alfons Tanujaya adalah seorang praktisi antivirus dan keamanan internet. Ia bisa dihubungi melalui email info@vaksin.com.